Selasa, 01 Mei 2012

SISTEM KEKEBALAN TUBUH MANUSIA

Manusia termasuk makhluk hidup yang paling kompleks di bumi. Mereka lebih mudah terkena penyakit daripada makhluk hidup lain manapun. Suatu keseimbangan yang menunjang kehidupan di jaga oleh sistem tubuh, tetapi keseimbangan rumit itu dapat terganggu melalui berjuta-juta macam cara. Meskipun gangguan yang dialaminya sangat banyak, tubuh kita cukup  untuk melawannya atau untuk hidup bersamanya.



Penyakit yang mempengaruhi tubuh manusia dapat berupa infeksi dan bukan infeksi. Penyakit infeksi di sebabkan oleh patogen seperti virus, bakteri dan jamur yang dapat masuk ke tubuh dengan aneka macam cara. Patogen beraneka ragam keganasannya, mulai dari virus selesma (Flu), yang biasanya tidak berbahaya, hingga virus HIV (penyebab AIDS), yang praktis selalu membawa maut. Untuk melindungi tubuh terhadap patogen ini, manusia telah mengembangkan serangkaian pertahanan yang di sebut sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh bekerja dengan menganalisis protein patogen dan menggunakan informasi ini untuk membuat protein sendiri, yang disebut antibodi, untuk melawan penyerbu-penyerbu itu.
Penyakit bukan infeksi, seperti diabetes dan arteriosklerosis, banyak penyebabnya. Penyebab itu kerap kali bersifat turunan, karena timbul lebih sering pada keluarga tertentu daripada keluarga lainnya. Sistem kekebalan jarang dapat menolong jenis penyakit ini, dan untuk itu di perlukan perawatan medis.

Kerja sistem kekebalan tubuh       
Kekebalan adalah kemampuan suatu organisme, misalnya manusia untuk menahan infeksi. Jika patogen masuk ke dalam tubuh manusia, maka suatu rangkaian pertahanan kompleks yang terdiri atas sel-sel pun bangkit bertindak. Bagian utama sistem kekebalan ini adalah sel darah putih, yang di hasilkan limpa dan sumsum tulang.
Limfosit, salah satu jenis sel darah putih, berubah menjadi dua jenis yang berbeda segera setelah berbentuk. Limfosit T atau sel T, mengoordinasi serbuan sistem kekebalan tubuh itu, sambil memberi aba- aba kepada sel darah putih jenis lain untuk bergabung dalam pertempuran, sementara limfosit B atau sel B, menghasilkan protein yang di sebut antibodi. antibodi melekat pada patogen dan melumpuhkannya.
Sistem kekebalan tubuh tidak dapat menyerbu setiap infeksi patogen. Misalnya terhadap serangan virus HIV yang mampu menewaskan siapa saja yang mengidap penyakit yang dibawanya. Apalagi, sistem kekebalan tubuh itu biasanya membutuhkan beberapa hari untuk mencapai kekuatan penuhnya, maka patogen yang lemah pun dapat menyebabkan seseorang sakit selama patogen itu belum di hancurkan.


Cetak Email

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Elegant Rose - Diagonal Resize 2