Jumat, 11 Mei 2012

Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh dengan Berzakat




Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh dengan BerzakatSeorang pakar Psikologi menampilkan kepada murid-muridnya sebuah film tentang kegiatan sosial bagi fakir miskin—dalam hal ini kegiatan tersebut persis dengan konsep penyaluran zakat dalam Islam. Setelah selesai menyaksikan film tersebut, air liur mereka pun diambil untuk diteliti. Dari hasil penelitian terhadap para murid tersebut, khususnya lagi mereka yang pernah mengikuti kegiatan sosial untuk fakir miskin dan orang-orang sakit, ditemukan adanya peningkatan sangat jelas pada protein A yang mengandung zat kekebalan tubuh dan berfungsi untuk mematikan mikroba yang menyerang sistim pernafasan dan pencernaan.
Stimulasi terhadap sistim kekebalan tubuh juga dapat mencegah muculnya tumor dan kanker yang melalui proses penghentian terhadap perkembangan tidak alami yang terjadi pada sel tubuh. Atau bisa juga dengan mematikan sel-sel yang merupakan bibit kanker. Proses lainnya adalah dengan menghentikan terjadinya pembagian sel yang tidak wajar, dimana setiap harinya akan terjadi pembagian sel-sel aneh yang melakukan pembelahan diri. Semua sel-sel sumber kanker dan tumor ini, diatasi langsung oleh sel kekebalan tubuh. Apabila sistim kekebalan tubuh melemah, maka tidak ada lagi yang akan menghentikan aktivitas sel-sel tidak alami tersebut.
Para pakar psikologi menegaskan, bahwa perasaan bahagia yang muncul setelah melakukan perbuatan baik seperti membantu orang miskin dan yang membutuhkan, manfaatnya akan terlihat pada sistim kekebalan tubuh. Karena sistim kekebalan tubuh manusia memang berhubungan erat dengan kestabilan mentalnya. Dimana jaringan saraf dalam tubuh manusia berfungsi untuk menghubungkan antara otak dengan kelenjar limpa dan sumsum yang terdapat di dalamnya sel-sel kekebalan tubuh. Sebagaimana juga perasaan bahagia setelah menunaikan zakat akan membuat limpa memproduksi sel-sel kekebalan tubuh.
Sebuah eksperimen yang dilakukan di Universitas Pennsylvania Amerika Serikat terhadap 276 orang yang umurnya berkisar antara 18-55 tahun. Masing-masing dari sukarelawan tersebut diberi tetes hidung yang mengandung virus penyebab influenza. Hasilnya, gejala-gejala munculnya sakit terlihat lebih sedikit pada orang-orang yang dikenal sangat dekat dan disayangi oleh kerabat dan teman-temannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Elegant Rose - Diagonal Resize 2