Kamis, 24 November 2011

Salah satu tugas BUDI PERKERTI di SMAN 8 tangerang kelas x.5 denga guru pak ghafur


Ghibah (Menggunjing)


Pada suatu ketika menghadaplah seorang wanita yang sangat pendek badannya, menghadap kepada Nabi dalam suatu kepentingan, ketika wanita itu sudah keluar, maka Aisyah r.a berkata : “Betapa pendek wanita itu”. Mendengar perkataan Aisyah r.a, maka Rasul bersabda : “Wahai Aisyah, kamu telah menggunjingnya tentang kelemahan fisik wanita itu sehingga termasuk menyebarkan fitnah.
Sebagai agama yang sempurna, Islam mengajak bicara akal, hati, perasaan dan jiwa, akhlak dan pendidikan. Agama yang mulia ini menggariskan adanya peraturan-peraturan agar seorang muslim dapat memiliki hati yang selamat, perasaan yang bersih, menjaga kehormatan lisan, dan menjaga rahasia pribadinya, serta dapat berakhlak mulia terhadap Rabb-nya, dirinya dan seluruh manusia. Allah swt berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. Al Hujurat: 6)
Dalam surah Al Hujurat ayat 6 di atas, Allah swt mengingatkan orang-orang mukmin untuk selalu meneliti setiap kabar yang sampai kepada mereka sebelum mereka mengatakan itu kepada yang lain. Hingga setiap perkataan seorang mukmin dapat dijamin kebenarannya, sehingga fitnah dapat dihindari. Dalam sebuah ayat Al Qur’an, Allah swt berfirman,
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya”. (QS. Al Israa’ : 36)
Kata Menggunjing atau Ghibah diartikan sebagai suatu perkataan mengenai suatu keadaan yang terdapat pada seseorang yang diceritakan kepada orang lain di mana hal tersebut sebenarnya sesuatu yang sangat tidak disukai orang tersebut. Jika hal tersebut benar adanya terdapat pada orang yang diceritakan keadaannya, maka si pencerita berarti telah menggunjing orang yang diceritakannya. Namun jika hal tersebut tidak benar adanya, maka ia telah menfitnah orang tersebut. Hal ini sebagaimana hadits yang diiriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,
“Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan menggunjing?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.” Dikatakan, “Bagaimana pendapatmu apabila apa yang aku katakan memang ada pada dirinya?” Beliau menjawab, “Apabila apa yang kamu katakan itu memang ada pada dirinya berarti engkau telah menggunjingnya dan apabila apa yang katakan itu tidak benar berarti kamu telah memfitnahnya,” (HR. Muslim)


Sebab Ghibah
Beberapa alasan yang menyebabkan seseorang menggunjing orang lain adalah:
  • Karena alasan meredakan amarah diri. Maksudnya, ketika ada seseorang yang membuat marah, maka ia lantas menggunjing orang tersebut hanya karena ingin meredakan amarah dirinya. Dengan alasan bahwa dengan menceritakan aib orang yang membuatnya marah dapat meredakan kemarahannya, seseorang membenarkan dirinya untuk menggunjing orang lain.
  • Hanya karena ingin menyesuaikan diri dengan teman-temannya atau dengan alasan menjaga keharmonisan. Karena alasan pergaulan, banyak orang senang membicarakan perihal orang lain, yang mana itu bisa jadi tidak disukai oleh yang bersangkutan. Beberapa orang mengaku tidak percaya diri saat berkumpul dengan teman-teman jika mereka tidak mengetahui hal ihwal mengenai orang-orang di sekitarnya. Padahal hal tersebut yang  dapat mendekatkan seseorang kepada ghibah sekaligus fitnah.
  • Ingin mengangkat diri sendiri dan menjelek-jelekkan orang lain. Persaingan dalam kehidupan dapat mengakibatkan seseorang mengambil jalan lain untuk memberikan nilai buruk pada orang lain. Sehingga dengan menggunjing dan menceritakan aib seseorang, maka ia dapat memperoleh suatu perbandingan yang lebih baik terhadap orang yang dijelek-jelekkannya.
  • Menggunjing untuk canda dan lelucon. Dia menggunjing seseorang dengan maksud membuat orang-orang tertawa. Hal ini sering terjadi di lingkungan kita, ketika dalam obrolan ringan seseorang menceritakan suatu kejadian yang terjadi pada orang lain yang bertujuan untuk membuat lawan bicaranya tertawa. Padahal hal ini menjadikan seseorang berbuat ghibah atau bohong atas cerita yang dikatakannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Elegant Rose - Diagonal Resize 2